
Peringatan Hari Guru tahun ini dirayakan dengan penuh hikmat di berbagai daerah, tidak ketinggalan juga di daerah ku, daerah yang jauh dari hingar bingarnya ibu kota. Namun dibalik kehikmatan itu, mungkin baru sebagian teman-teman sejawat yang tahu tentang apa dan bagaimana nasib UNAS saat ini dan saat mendatang setelah digugat melalui proses citizen law suit. Dan hasilnya MA mengabulkan gugatan tersebut dan bahkan MA juga menolak kasasi pemerintah berkenaan hal ujian nasional itu.
"Dengan ditolaknya kasasi itu, diharapkan, UN tidak lagi menjadi alat penentu kelulusan. Penyelenggaraan ujian akhir dan penentuan kelulusan sudah seharusnya dikembalikan kepada guru dan satuan pendidikan (sekolah), demikian keinginan sebagian pengamat dan pemerhati pendidikan di negeri ini, meskipun juga ada yang menyambut dingin keputusan ini.
Kepastian ditolaknya permohonan kasasi pemerintah ini dituangkan di dalam Putusan MA tertanggal 14 September 2009 bernomor register 2596 K/PDT/2008 ,seperti dilansir di situs resmi MA. Perkara hukum mengenai UN ini muncul ...
sudah cukup lama yaitu sejak tahun 2006 silam menyusul gugatan warga negara yang diajukan 58 guru. Ketika itu PN Jakarta Pusat mengabulkannya dengan dikuatkan putusan banding dan kasasi.
Terlepas pro dan kontra terhadap keputusan ini, tentunya kita harus tetap memberikan suatu penghargaan positif. Tinggal bagaimana kita, kemudian menyikapinya secara arif dan bijaksana tanpa harus mengorbankan banyak hal.
Saat keputusan ini akan dilaksanakan, sudah terbayang oleh kita beberapa kemungkinan persoalan yang sudah siap menghadang, sebut saja keberanian suatu sekolah secara tegas menyatakan tidak lulus siswanya karena betul-betul yang bersangkutan belum berhak menyandang lulus. Karena selama ini masih ada sebagian sekolah yang kelulusannya berlindung dibalik hasil UNAS. Belum lagi persoalan biaya. Karena dengan keputusan ini ada kemungkinan - kemungkinan diulangnya UNAS bagi yang tidak lulus.
Persoalan mendesak yang harus kita hadapi saat ini adalah bagaimana mempersiapkan mereka (para siswa) menghadapi ujian nasional yang rencananya akan dimajukan pada bulan Maret 2010 (untuk SMA).
"Ujian Nasional penting. Tanpa Ujian Nasional kualitas tidak bisa diukur secara nasional, hanya lokal saja," demikian ujar Mungin Edi Wibowo anggota BSNP.
IsNa
Selengkapnya...
Wednesday, 25 November 2009
CITIZEN LAW SUIT UJIAN NASIONAL
Tuesday, 3 November 2009
Bijak Merawat Alam

Begitu banyak sumber perusakan lingkungan yang saat ini kemudian membuat kita berkerut kening. Betapa banyaknya! Dan apa yang dapat kita lakukan ? Stop menggunakan mobil, menutup penambangan, menghentikan penebangan pohon juga peternakan atau yang lainnya lagi? Rasanya tak mungkin dan yakin itu tidak akan dilakukan.
Penyelamatan lingkungan. Ya...program penyelamatan lingkungan sendiri lebih mengacu pada bagaimana manusia diarahkan untuk bijak merawat alam . Maka mulailah kini gencar terdengar gerakan penyelamatan lingkungan dengan melahirkan berbagai terobosan baru. ...Timbal dalam bensin misalnya sudah dikurangi. bahkan kini masyarakat tengah diarahkan untuk secara bertahap mengganti bensin dengan menggunakan bio fuel karena emisi yang dikeluarkan lebih kecil.
Untuk meminimalkan kerusakan bumi,antara lain dengan membuat cagar biosfer, seperti cagar alam. Di Indonesia gerakan ini sudah begitu banyak. Lihat pulao komodo, Taman Nasional Tanjung Puting, Gunung Leuser, dll.
Bagi bangsa Indonesia, semangat ini mestilah harus benar-benar kita pupuk dan harus dapat diwujudkan, mengingat keragaman hayati Indonesia merupakan keragaman yang nomor wahid di dunia. Kita memiliki biota yang sangat variatif, dominan dan bahkan kita juga memiliki spesies endemik. Oleh karenanya banyak negara yang berharap besar dengan Indonesia, agar kita mampu menjaga kestabilan lingkungan hidup dunia. Semua rencana penyelamatan serta kepedulian terhadap lingkungan yang sehat, alami dan terawat juga mesti dilakukan secara konsisten, meluas dan berkesinambungan.
Tak ada kata terlambat dalam penyelamatan lingkungan yang merupakan wilayah hidup kita sendiri. " Mulailah dari hal sederhana dan kecil sekalipun, dan mulai juga hari ini"
pembiasaan bagaimana memperlakukan terhadap sampah yang benar oleh masyarakat misalnya adalah contoh sederhana itu.
...qyta...
Ummi no66/XXI/Oktober 2009
Selengkapnya...



