Inilah karya-karya terbaik kelas IX...tugas ke-1 presentasi ttg hepatitis pada manusia :
from ismail fizh presentation
Selengkapnya...
Monday, 30 August 2010
Karya anak-anak...
Saturday, 24 July 2010
TENTANGMU...YANG AKU BANGGAKAN....
Tulisan ini berisi tentangmu..anak-anakku yang aku kagumi...yang aku banggakan...
Minggu pertama ibu mengajar di kelas IX..adalah saat-saat yang menyenangkan. Betapa tidak, kalian semua sangat bersemangat, menyambut ibu dan tentu saja pelajaran yang akan ibu ajarkan..Biologi...Ada beberapa tugas dari kalian yang akan ibu terbitkan disini, tentu saja tugas pilihan yang mendapat nilai terbaik. Semoga kalian semua termotivasi dan terinspirasi untuk selalu memberikan yang terbaik pada siapa saja..termasuk padaku...hhee..
Tugas ini ibu berikan untuk 3 minggu yang akan datang, ternyata kalian sudah mengerjakannya dari minggu pertama. Wah..betapa senangnya ibu, melihat respon baikmu...dan yang lebih penting adalah...ibu sangat bangga dengan kalian, siswa-siswi SMP Negeri 11 Bandung...I Love U so much...
Inilah karya-karya terbaik kelas IX...tugas ke-1 Kelainan dan gangguan pada sistem ekskresi pada manusia :
Penyakit Pada Sistem Ekskresi
Diabetes mellitus
[Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document.]
Amilia Agustin 9-6
7/21/2010
Penyakit Diabetes Mellitus (DM)
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.
• Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.
Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.
• Tipe Penyakit Diabetes Mellitus
1. Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.
Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.
2. Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.
• Kadar Gula Dalam Darah
Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.
Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.
Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.
Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.
• Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes
Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).
Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1, diabetes anak-anak (bahasa Inggris: childhood-onset diabetes, juvenile diabetes, insulin-dependent diabetes mellitus, IDDM) adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.
Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.
Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui "inhaled powder".
Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan mempengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l).[rujukan?] Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l) untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah, seperti "frequent hypoglycemic events".[rujukan?] Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga menyebabkan dehidrasi.[rujukan?] Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis.[rujukan?] Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.
Diabetes mellitus tipe 2
Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
Diabetes mellitus tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset diabetes, obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM) merupakan tipe diabetes mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen,[11] termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin[12] yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10[13] dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin[14] serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati.[14] Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia.[15]
Pada NIDDM ditemukan ekspresi SGLT1 yang tinggi,[16] rasio RBP4 dan hormon resistin yang tinggi,[14] peningkatan laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis pada hati,[14] penurunan laju reaksi oksidasi dan peningkatan laju reaksi esterifikasi pada hati.[17]
NIDDM juga dapat disebabkan oleh dislipidemia[18], lipodistrofi,[14] dan sindrom resistansi insulin.
Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.[rujukan?] Hiperglisemia dapat diatasi dengan obat anti diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan.[rujukan?] Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun obesitas sentral diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin, dalam kaitan dengan pengeluaran dari adipokines ( nya suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi glukosa.[rujukan?] Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan diagnosis dengan jenis 2 kencing manis.[rujukan?] Faktor lain meliputi mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade yang terakhir telah terus meningkat mulai untuk mempengaruhi anak remaja dan anak-anak.[rujukan?]
Diabetes tipe 2 dapat terjadi tanpa ada gejala sebelum hasil diagnosis. Diabetes tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan. Ini dapat memugar kembali kepekaan hormon insulin, bahkan ketika kerugian berat/beban adalah rendah hati,, sebagai contoh, di sekitar 5 kg ( 10 sampai 15 lb), paling terutama ketika itu ada di deposito abdominal yang gemuk. Langkah yang berikutnya, jika perlu,, perawatan dengan lisan [[ antidiabetic drugs. [Sebagai/Ketika/Sebab] produksi hormon insulin adalah pengobatan pada awalnya tak terhalang, lisan ( sering yang digunakan di kombinasi) kaleng tetap digunakan untuk meningkatkan produksi hormon insulin ( e.g., sulfonylureas) dan mengatur pelepasan/release yang tidak sesuai tentang glukosa oleh hati ( dan menipis pembalasan hormon insulin sampai taraf tertentu ( e.g., metformin), dan pada hakekatnya menipis pembalasan hormon insulin ( e.g., thiazolidinediones). Jika ini gagal, ilmu pengobatan hormon insulin akan jadilah diperlukan untuk memelihara normal atau dekat tingkatan glukosa yang normal. Suatu cara hidup yang tertib tentang cek glukosa darah direkomendasikan dalam banyak kasus, paling terutama sekali dan perlu ketika mengambil kebanyakan pengobatan.
Sebuah zat penghambat dipeptidyl peptidase 4 yang disebut sitagliptin, baru-baru ini diperkenankan untuk digunakan sebagai pengobatan diabetes mellitus tipe 2.[19] Seperti zat penghambat dipeptidyl peptidase 4 yang lain, sitagliptin akan membuka peluang bagi perkembangan sel tumor maupun kanker.[20][21]
Diabetes mellitus tipe 3
Diabetes mellitus gestasional (bahasa Inggris: gestational diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2 diabetes which has progressed to require injected insulin, latent autoimmune diabetes of adults, type 1.5" diabetes, type 3 diabetes, LADA) atau diabetes melitus pada kehamilan, melibatkan kombinasi dari kemampuan reaksi dan pengeluaran hormon insulin yang tidak cukup, menirukan jenis 2 kencing manis di beberapa pengakuan.[rujukan?] Terjadi selama kehamilan dan dapat sembuh setelah melahirkan. GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.[rujukan?]
Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan secara penuh bisa perlakukan tetapi, tidak diperlakukan, boleh menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia (kelahiran yang tinggi menimbang), janin mengalami kecacatan dan menderita penyakit jantung sejak lahir. Penderita memerlukan pengawasan secara medis sepanjang kehamilan.
Resiko Fetal/Neonatal yang dihubungkan dengan GDM meliputi keanehan sejak lahir seperti berhubungan dengan jantung, sistem nerves yang pusat, dan [sebagai/ketika/sebab] bentuk cacad otot. Yang ditingkatkan hormon insulin hal-hal janin boleh menghalangi sindrom kesusahan dan produksi surfactant penyebab hal-hal janin yang berhubung pernapasan. Hyperbilirubinemia boleh diakibatkan oleh pembinasaan sel darah yang merah. Di kasus yang menjengkelkan, perinatal kematian boleh terjadi, paling umum sebagai hasil kelimpahan placental yang lemah/miskin dalam kaitan dengan perusakan/pelemahan yang vaskuler. Induksi/Pelantikan mungkin ditandai dengan dikurangi placental fungsi. Bagian Cesarean mungkin dilakukan jika ditandai kesusahan hal-hal janin atau suatu ditingkatkan risiko dari luka-luka/kerugian dihubungkan dengan macrosomia, seperti bahu dystocia.
Cara Mencegah Diabetes Dengan Pola Makan Sehat
Oleh aprillins pada kategori Kesehatan • 6 Komentar
Setelah membaca iklan pada koran Kompas minggu (4/4), saya tertarik untuk menuliskannya kembali di sini sebagai pengetahuan bagi yang ingin mencegah diabetes atau menyembuhkan diabetes. Silakan disimak..
Gaya hidup modern, siapa yang dapat mengelakkannya. Gaya hidup ini sudah menjadi tren di berbagai pelosok daerah. Apalagi ditambah banyaknya teknologi dan fasilitas yang memudahkan hidup kita. Tentu ini menjadi paket kenyamanan masa kini. Namun, di balik itu semua, gaya hidup ini dapat memicu bahaya penyakit. Lihat saja bagaimana kita menjalankan kegiatan super padat, minim aktivitas fisik, serta pola makan dengan asupan karbohidrat berlebih. Inilah imbas dari gaya hidup modern yang kita jalani.
Prevalensi Penderita Diabetes
Salah satu penyakit yang erat berkaitan dengan pola hidup tidak sehat adalah diabetes. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), lebih dari 220 juta orang di seantero dunia mengidap diabetes. bahkan 90 persen penderita diabetes tipe dua (diabetisi) di dunia banyak terkait problem berat badan berlebih dan kurang aktivitas fisik.
Masih dari data WHO, hampir 50 persen kasus kematian karena diabetes terjadi di bawah umur 70 tahun; 55 persen di antaranya terjadi pada wanita. Bahkan, WHO memprediksi angka kasus kematian karena diabetes akan bertambah dua kali pada rentang tahun 2005 hingga 2030.
Sementara itu, prevalensi penderita diabetes di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Diperkirakan 11,98 juta orang menjadi penderita diabetes. Tambahan lagi, Persadia memperkirakan sekitar 50 persen diabetisi belum terdiagnosis. Hal ini perlu menjadi perhatian dan kesadaran bersama.
Penyebab Diabetes
Faktor risiko diabetes banyak terjadi pada keluarga yang memiliki riwayat menderita diabetes. Di sisi lain berat badan berlebih (indeks massa tubuh lebih dari 23 kg/m2), kurang aktivitas fisik, hipertensi, atau diet tinggi gula rendah serat. Untuk pola konsumsi yang kurang sehat, yakni dengan karbohidrat berlebih, juga bisa menjadi penyebab. Pasalnya, orang Indonesia lazim mengonsumsi makanan berkarbohidrat.
Kita akan merasa aman untuk mengonsumsi nasi dengan kentang atau mi sebagai lauknya supaya cepat kenyang. Padahal sesungguhnya kedua makanan itu sama-sama mengandung karbohidrat sehingga asupan karbohidrat menjadi berlebihan. Selain itu, kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang banyak mengonsumsi gula turut memperburuk keadaan. Pagi hari minum segelas teh manis, agak siang dan sore minum segelas kopi manis. Selanjutnya, sesudah makan siang, makan puding manis, dan saat bertamu disuguhi segelas sirup manis. Kalau semua itu dikonsumsi dalam sehari, begitu banyak konsumsi gula yang bisa membahayakan kesehatan.
Pola Makan Sehat
Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dapat dilakukan melalui peningkatan aktivitas fisik dengan berolahraga dan juga diet dengan mengurangi asupan karbohidrat serta menjaga berat badan ideal. Oleh karena itu, tentunya kita perlu pandai-pandai memilih jenis karbohidrat juga untuk jumlahnya. Hindari konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan. Misalnya gula pasir, madu, sirup, selai, soft drink, dan jajanan manis. Untuk asupan gula pasir, sebaiknya tidak lebih dari lima persen total kalori harian.
Sebaliknya, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti padi-padian, umbi-umbian, sagu, serat, serta gula ada secara alami dari buah, sayuran, dan susu. Prinsip yang dianjurkan yaitu para diabetisi mengasup zat makanan karbohidrat, lemak, dan protein sebanyak masing-masing 45-65 persen, 20-25 persen, dan 10-20 persen dari total kalori dalam makanan sehari.
Untuk mengukur banyaknya asupan karbohidrat, Anda dapat memakai The Idaho Plate Method atau Zimbabwe Handjiwe yang diakui para pakar kesehatan. Cara ideal lainnya adalah menggunakan produk makanan yang mencantumkan dengan jelas jumlah dan jenis nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Demikianlah, cara mencegah diabetes dengan pola makan sehat, tidak perlu mahal. Sebenarnya, dengan mawas diri akan konsumsi karbohidrat dan melakukan olahraga rutin sudah cukup untuk melawan diabetes.
Umumnya, penderita diabetes mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah terjadi komplikasi. Hal ini diungkapkan oleh Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE di kantornya di Bagian Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM.
Diabetes itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh. Diabetes sering disebut sebagai “The Silent Killer”. “Namun, sebenarnya komplikasinya yang mematikan, bukan diabetesnya,” jelas Prof. Sidartawan.
Gejala diabetes pun tidak menakutkan, seperti banyak makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan kencing lancar (poliuri). Menurut Prof. Sidartawan, dengan gejala seperti itu orang tidak pergi ke dokter. Sebaliknya jika tidak mau makan dan susah kencing, baru orang pergi ke dokter.
Diabetes mellitus bukan satu penyakit tetapi beberapa penyakit yang memiliki gejala kadar gulanya naik. Bisa disebabkan karena pankreasnya rusak (tipe 1), sekresi insulin menjadi berkurang (tipe 2), obat-obatan yang mengakibatkan pankreasnya rusak dan diabetes yang terjadi pada wanita hamil (gestational).
Gaya hidup yang bersalah
Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah.
Jumlah penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003 adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang. Diperkirakan, 1 dari 8 orang di Jakarta mengidap diabetes. Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya.
Diabetes tidak dapat disembuhkan
Karena diabetes tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, sudah saatnya kita melakukan tindakan pencegahan, antara lain tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.
Olahraga juga dapat secara efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan senam khusus diabetes, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi stres.
Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien.
Komplikasi diabetes justru mematikan
Ancaman diabetes melitus terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12–20% penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.
Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan.
Sebanyak 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.
Untuk penderita diabetes, komplikasi bisa dicegah dengan mengendalikan gula darah. Dokter tidak langsung meresepkan obat melainkan meminta pasien agar merubah lifestylenya. “Ubah life style dengan lebih aktif melakukan kegiatan jasmani dan mengatur makanan,” kata Prof. Sidaratawan.
Terapi untuk diabetisi
Bila ternyata mengubah gaya hidup tidak berhasil baru kemudian diberikan obat. Pemberian obat ini tergantung tipe, komplikasinya (penyakit ginjal, jantung, dll) dan berapa lama mengidap diabetes.
Obat untuk diabetes disebut obat hipoglikemik oral (OHO) terbagi menjadi 2 kelompok yaitu obat yang memperbaiki kerja insulin (seperti metformin, glitazone, dan akarbose) dan obat yang meningkatkan produksi insulin (seperti sulfonil, repaglinid dan natelinid dan insulin yang disuntikkan).
Kelompok pertama bekerja pada temapat dimana terdapat insulin yang mengatur gula darah seperti di hati, usus, otot dan jaringan lemak. Kelompok kedua meningkatkan pelepasan insulin ke sirkulasi, sedangkan insulin yang disuntikkan menambah kadar insulin di sirkulasi darah.
Ketidakpatuhan mengkonsumsi obat merupakan penyebab utama kegagalan terapi sehingga penderita diabetes perlu diedukasi. Sebaiknya penderita diabetes melakukan konsultasi secara berkala dengan dokter. Selain itu dituntut sikap disiplin dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat maupun suntik insulin agar tidak terjadi komplikasi penyakit.
Cegah & Deteksi Diabetes
Di Indonesia, sekitar 95% kasus adalah diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2 ini, penyebabnya tidak hanya faktor keturunan tapi juga gaya hidup misalnya kegemukan yang terjadi akibat gaya hidup makan kaya lemak dan tidak berolahraga.
Faktor keturunan tidak bisa dicegah tapi gaya hidup bisa diubah. “Jangan sampai gemuk, jangan banyak makan makanan berlemak dan manis serta banyaklah bergerak,” saran Prof Sidartawan.
Risiko diabetes setiap tahunnya meningkat 30 persen, sehingga Prof. Sidartawan menyarankan agar melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali jika kita termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko diabetes.
Cara Mencegah Diabetes Dengan Pola Makan Sehat
Oleh aprillins pada kategori Kesehatan • 6 Komentar
Setelah membaca iklan pada koran Kompas minggu (4/4), saya tertarik untuk menuliskannya kembali di sini sebagai pengetahuan bagi yang ingin mencegah diabetes atau menyembuhkan diabetes. Silakan disimak..
Gaya hidup modern, siapa yang dapat mengelakkannya. Gaya hidup ini sudah menjadi tren di berbagai pelosok daerah. Apalagi ditambah banyaknya teknologi dan fasilitas yang memudahkan hidup kita. Tentu ini menjadi paket kenyamanan masa kini. Namun, di balik itu semua, gaya hidup ini dapat memicu bahaya penyakit. Lihat saja bagaimana kita menjalankan kegiatan super padat, minim aktivitas fisik, serta pola makan dengan asupan karbohidrat berlebih. Inilah imbas dari gaya hidup modern yang kita jalani.
Prevalensi Penderita Diabetes
Salah satu penyakit yang erat berkaitan dengan pola hidup tidak sehat adalah diabetes. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), lebih dari 220 juta orang di seantero dunia mengidap diabetes. bahkan 90 persen penderita diabetes tipe dua (diabetisi) di dunia banyak terkait problem berat badan berlebih dan kurang aktivitas fisik.
Masih dari data WHO, hampir 50 persen kasus kematian karena diabetes terjadi di bawah umur 70 tahun; 55 persen di antaranya terjadi pada wanita. Bahkan, WHO memprediksi angka kasus kematian karena diabetes akan bertambah dua kali pada rentang tahun 2005 hingga 2030.
Sementara itu, prevalensi penderita diabetes di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Diperkirakan 11,98 juta orang menjadi penderita diabetes. Tambahan lagi, Persadia memperkirakan sekitar 50 persen diabetisi belum terdiagnosis. Hal ini perlu menjadi perhatian dan kesadaran bersama.
Penyebab Diabetes
Faktor risiko diabetes banyak terjadi pada keluarga yang memiliki riwayat menderita diabetes. Di sisi lain berat badan berlebih (indeks massa tubuh lebih dari 23 kg/m2), kurang aktivitas fisik, hipertensi, atau diet tinggi gula rendah serat. Untuk pola konsumsi yang kurang sehat, yakni dengan karbohidrat berlebih, juga bisa menjadi penyebab. Pasalnya, orang Indonesia lazim mengonsumsi makanan berkarbohidrat.
Kita akan merasa aman untuk mengonsumsi nasi dengan kentang atau mi sebagai lauknya supaya cepat kenyang. Padahal sesungguhnya kedua makanan itu sama-sama mengandung karbohidrat sehingga asupan karbohidrat menjadi berlebihan. Selain itu, kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang banyak mengonsumsi gula turut memperburuk keadaan. Pagi hari minum segelas teh manis, agak siang dan sore minum segelas kopi manis. Selanjutnya, sesudah makan siang, makan puding manis, dan saat bertamu disuguhi segelas sirup manis. Kalau semua itu dikonsumsi dalam sehari, begitu banyak konsumsi gula yang bisa membahayakan kesehatan.
Pola Makan Sehat
Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dapat dilakukan melalui peningkatan aktivitas fisik dengan berolahraga dan juga diet dengan mengurangi asupan karbohidrat serta menjaga berat badan ideal. Oleh karena itu, tentunya kita perlu pandai-pandai memilih jenis karbohidrat juga untuk jumlahnya. Hindari konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan. Misalnya gula pasir, madu, sirup, selai, soft drink, dan jajanan manis. Untuk asupan gula pasir, sebaiknya tidak lebih dari lima persen total kalori harian.
Sebaliknya, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti padi-padian, umbi-umbian, sagu, serat, serta gula ada secara alami dari buah, sayuran, dan susu. Prinsip yang dianjurkan yaitu para diabetisi mengasup zat makanan karbohidrat, lemak, dan protein sebanyak masing-masing 45-65 persen, 20-25 persen, dan 10-20 persen dari total kalori dalam makanan sehari.
Untuk mengukur banyaknya asupan karbohidrat, Anda dapat memakai The Idaho Plate Method atau Zimbabwe Handjiwe yang diakui para pakar kesehatan. Cara ideal lainnya adalah menggunakan produk makanan yang mencantumkan dengan jelas jumlah dan jenis nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Demikianlah, cara mencegah diabetes dengan pola makan sehat, tidak perlu mahal. Sebenarnya, dengan mawas diri akan konsumsi karbohidrat dan melakukan olahraga rutin sudah cukup untuk melawan diabetes.
|
Tabel: Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa dengan metode enzimatik sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl).[6] |
Bukan DM |
Belum
Pasti DM |
DM |
|
Kadar glukosa darah sewaktu: |
|||
|
Plasma vena |
<110 |
110 - 199 |
>200 |
| Darah
Kapiler |
<90 |
90 - 199 |
>200 |
|
Kadar glukosa darah puasa: |
|||
|
Plasma vena |
<110 |
110 - 125 |
>126 |
|
Darah kapiler |
<90 |
90 - 109 |
>110 |
Selengkapnya...
Tuesday, 4 May 2010
MENYAMPAIKAN IDE KREATIF MELALUI GAMBAR
KREATIVITAS ANAK(DUA GUNUNG DAN MATAHARI “DOSA ASAL” PENDIDIKAN KITA)
Seperti yang dimuat dalam koran PR hari rabu, 25 Maret 2010, Eko Nur Widiyanto, motivator kreativitas menggambar anak mengatakan “Secara turun temurun, para guru sekolah dasar memilih mengajarkan konsep menggambar dengan cara-cara yang paling mudah dan serba terburu-buru. Akibatnya, murid miskin inovasi dan kering kreativitas. Itulah sebabnya, kenapa objek gambar yang paling populer bagi anak-anak di Indonesia, dari generasi ke generasi adalah dua gunung dan satu matahari.
Mengapa ini terjadi ?
Menurut praktisi pembelajaran kreatif, Luna Setiati, yang mencoba menarik persoalan jauh ke akarnya. Beliau menilai, wabah menggambar dua gunung dan satu matahari itu sebagai pengingkaran tradisi menggambar bercerita yang muncul dari budaya tutur yang umum ada di negara-negara timur seperti Indonesia. Dalam tradisi menggambar seperti ini, amat sempit ruang yang diberikan untuk kreativitas anak.
Lain lagi menurut Urip Purwono, pakar Psikologi Pendidikan Universitas Padjadjaran Bandung. Beliau berpendapat wadah ini muncul karena sistem pendidikan yang mengedepankan konformitas. Pemikiran yang lurus-lurus saja, yang mengikuti aturan, dan yang cenderung seragam, jauh lebih dihargai daripada cara berpikir yang berbeda dan unik. Wadah menggambar dua gunung dan satu matahari tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.. Karena sejak dini dijejali dengan kecenderungan menjadi seragam. Dalam perkembangan selanjutnya, anak tak akan memiliki cukup keberanian untuk mencipta sesuatu yang baru. Daya analisis dan kemampuannya memecahkan masalah secara unik tidak berkembang dengan baik.
Kemudian, Eko Nur Widiyanto bersuara lebih keras lagi, kalau pola ini terus menerus dipraktikan di ruang kelas, ia yakin, sekolah hanya akan menghasilkan lulusan-lulusan yang biasa-biasa saja, yang menurut pakem tanpa punya kreativitas. Hasilnya nanti, kalau SMA, ya SMA standar. Kalau Sarjana, ya Sarjana standar. Ujung-ujungnya, jadi karyawan saja.
Apa dong solusinya?
Ekspresi anak, itulah yang utama. Yang terpenting dari gambar anak adalah cerita yang hendak mereka sampaikan di balik coretan di kertas. Kemampuan dan keberanian mengemukakan alasan itulah yang mesti dihargai. (disarikan dari koran PR, hasil tulisan Ag.Tri Joko Her Riadi)
Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan guru di sekolah, saat menggali kreativitas anak melalui gambar. Salah satunya yang dilakukan di sekolah kami, SMP Negeri 11 Bandung. Dalam kegiatan ekstrakurikuler, siswa dapat mengekspresikan dirinya, sehingga guru bisa melihat sejauh mana kreativitas yang dimiliki oleh siswa.
Ekskul KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) merupakan wadah yang bisa memfasilitasi siswa untuk penggalian kreativitas. Diawali dari gambar, guru menggali gagasan siswa, kemudian mereka diminta untuk bercerita, ada apa dibalik gambar tersebut. Selanjutnya, dicarikan solusi yang harus dilakukan secara nyata.
Dari hasil jejak pendapat, melalui angket yang disebar secara acak pada seluruh siswa yang terlibat dalam kegiatan ekskul KIR, didapatkan bahwa mereka sangat menyukai metoda belajar seperti ini. Mereka bisa berkreasi sesuai mimpi dan keinginannya. Lalu merekapun diajak berpikir bersama, untuk mencarikan solusi nyata dari masalah yang ditemukan saat mereka akan mewujudkan mimpinya.
Selengkapnya...
Thursday, 15 April 2010
Ana Maria Atika
Bandung, 30 Oktober 2009
Dear Mama…
Ma…thanks for all…
Karena udah ngerawat aku dengan baik,
Ngejaga aku dengan baik dan selalu mengajariku dengan sabar.
Thanks ya ma….
I always Love you…
Maafin semua dosa aku ya…
And tetap sabar hadapi aku….
Maaf ya ma…
Tika always love you….
Maaf juga ya ma…kalau suratnya simpel gini…
Tapi yang penting Tika sayang ‘ma mama…..
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Tami Utami
Buat mama di rumah.
I JUST WANNA SAY… ” I LOVE YOU”…
I LOVE YOU SO MUCH MOM…..
You the best Mom for me….
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Arif
Kepada : Mamah
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mah… Aa kan banyak dosa kepada mamah,
Aa mau mengucapkan banyak minta maaf kepada mamah, atas semua dosa Aa ke mamah.
Aa sekarang tahu, melahirkan itu tidak seperti yang Aa bayangkan. Aa nonton video dari bu Nia.
Aa jadi sadar bahwa melahirkan itu penuh perjuangan.
Jadi sekali lagi bila Aa banyak kesalahan, maafin ya mah….
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Arif.
NB : Mah…sanes video nukitu….
Video pembuatan embryo / bayi.
Mah…hampura lamun tulisana butut
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Ari Fauzan
Kepada :
Mamah
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mah…Ari ingin mengucapkan rasa minta maaf dan berterimakasih kepada mamah,
Karena telah membesarkan saya hingga sebesar ini.
Ari tau, tidak mudah melahirkan dan membesarkan seorang anak,
Karena Ari mendapat pelajaran dari bu Nia tentang proses perkembangbiakan bayi di dalam rahim,
Dan….Ari tau betapa sakitnya itu…
Demikian surat ini Ari buat, mudah-mudahan mamah memaafkan semua kesalahan Arif.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Muthia Sani
MA….
MUTHIA SAYANG BANGET SAMA MAMA….
MAMA PAHLAWAN DI HIDUP TETEH…
TERIMAKASIH MAMA…
I LOVE YOU….ALWAYS FOREVER…
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Rizky Noor M.
Kepada Ibunda di rumah
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Terimakasih terucap dari hati kecilku, untuk ibunda tercinta.
Sesal bila harus mengucap kesalahan-kesalahanku.
Bu…maaf kalau Khi2 banyak salah….
Namanya juga orang…ngak ada yang zempurna, he..he..he..
Assalamu’alaikum.
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Arif Budiman Krama
Kepada
Ayahanda / Ibunda tercinta
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Bu, tadi di sekolah, Arif belajar bagaimana besusah payahnya seorang ibu yang melahirkan seorang anaknya.
Oleh karena itu, Arif meminta maaf dan berterima kasih kepada ibu atas berkorbannya ibu untuk melahirkan Arif.
Arif menyadari bahwa banyak kesalahan yang telah Arif lakukan. Oleh karena itu, Arif meminta maaf …
Melalui surat ini….maafkan aku ya ibu…
Mudah-mudahan ibu memaafkan segala kesalahan yang Arif lakukan kepada ibu
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Nur Afisa Lintang Mutiara
I Just wanna say I Love You Dad….
Sekarang aku tahu kenapa aku bisa jadi kaya sekarang.
Makasih ya Pah…buat semuanya.
Sekarang akau mau berusaha untuk jadi yang lebih baik,
dan berusaha menjadi yang terbaik dan lebih mandiri.
I Love You
Dear My Especial Dad…
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Via Dewi Seva
For to Mother…
..Mah…
Via pengen ngucapin terimakasih sama mamah.
Via sadar akan pengorbanan mamah ngelahirin via.
Perjuangan dan kesabaran mamah ngelahirin via, membuat via berfikir,
Betapa..betapa besarnya perjuangan seorang ibu…
Terimakasih mah…
Mamah udah mau menjaga dan merawat via sampai besar.
Via sadar mah, via belum bisa jadi anak baik seperti yang mamah harapkan,
Tapi via berusaha mah, buat jadi anak yang baik.
Terimakasih mah…
Atas kesabaran dan dan kasih sayang mamah yang mamah kasih buat via,beserta bimbingan mamah.
Maaf mah kalau via suka nakal….
Via sayang mamah…
Terimakasih mamah…atas segala sesuatu yang mamah berikan buat via.
To mamah…
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Akhsan
Assalamu’alaiku Wr.Wb.
Yang terhormat Ibuku Tercinta.
Mah, Akhsan minta maaf kalau Akhsan mempunyai kesalahan.
Mah, surat ini sengaja dibuat dengan bahasa Indonesia, karena kalau memakai bahasa sunda lumayan susah.
Mah, Akhsan terimakasih karena mamah sudah mengurus Akhsan dari sejak kecil sampai dengan sekarang kelas 9 SMP.
Mah, sekali lagi terimakasih. Ini do’a orangtua, dari aku untuk mamah…
“Allohummaghfirli waliwali dayya warhamhuma kama rabbayani Shaghira”
Semoga mamah panjang umur dan bisa mengurus Akhsan sampai nanti,
Dan dosanya diampuni oleh Allah SWT.
Thanks Mom.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Fitriani Nur
Dear my lovely Mom…
Fitri nyadar, aku teh belum bisa jadi anak baik dan soleh.
Fitri nyadar, kalau buat ngelahirin anak teh, butuh waktu yang lama.
Fitri nga bisa nunjukin rasa sayang Fitri kaya orang lain.
Contohnya, cium tangan kala mau pergi sekolah…
Fitri Cuma bisa ngebikin mamah susah ajah…
Maapin iia mamah….
Fitri teh pengen bikin mamah seneng tapi ga tau caranya…
Pokoknya Fitri Cuma pengen bilang…
Fitri sayang mamah….
Aishiteru My Mom….
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Sendy Yuliana R
Dear….my Mom…
Mah….makasih ea udah ngejagain aku dari kecil dan juga ngerawat aku.
Walaupun kita udah ngak tinggal bareng lagi, tapi aku masih sayang sama mamah.
Mah….maafin aku ea kalau aku punya salah ama mamah
dan pernah buat mamah kesel sampai marah-marah karena kelakuanku.
Aku sadar, betapa sulitnya mengandungku, melahirkanku, hingga merawatku…
Agar tumbuh menjadi anak yang baik dan sholeh.
Mamah selalu sabar dan tabah. Walau mamah hanya orangtua tunggal waktu itu.
Tapi aku sungguh salut dengan perjuangan mamah.
Cium sayang anakmu tercinta
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
Rizqia N
…Seuntai kata terungkap dari jiwa…
Seutas senyum memberi pesona….
Kualunkan nada tapi tak bersuara…
Hanya lewat surat ini, kutuliskan sebuah kata..
…Makasih Mah…
udah ngerawat aku ampe gede…..
Makasih banget mah….
kembali ke SEPENGGAL CERITA....
Selengkapnya...
SEPENGGAL CERITA…SAAT BERSAMAMU…
Catatan ini dibuat, untuk mengingatkan, saat-saat kebersamaan kita, selama satu tahun. Tak terasa ya…sebentar lagi kita akan berpisah …
Begitu banyak cerita…tak akan mudah terlewatkan. Aku akan selalu merindukanmu, karena nakalmu…karena tingkahmu yang lucu….karena perhatianmu…yang mungkin merupakan perwujudan cintamu..padaku…
Terimakasih anak-anakku sayang….kalian telah mengajariku tentang banyak hal…
Sepenggal cerita, saat kita belajar bersama..tentang keluhuran budi…tentang makna penghormatan dan ....
pengabdian kita pada kepada kedua orangtua kita. Betapa leganya aku, akhirnya kalian tahu, saat belajar tentang Sistem Reproduksi pada manusia, tidak hanya sekedar mempelajari “sex education”…tapi Subhanallah…. ternyata semakin banyak rasa syukur kita terhadapNya…atas penciptaan Illahi…
Inilah sepenggal cerita, sekedar berbagi…
kumpulan tugas yang sudah kalian buat…. “Surat Cinta” tuk Ayah dan bunda….
(untuk melihat klik nama kalian)
1. Love U Mah….(Rizqia N)
2.Cium sayang anakmu tercinta oleh Sendy Yuliana. R.
3.Aishiteru My Mom….(Fitriani Nur)
4. Akhsan.
5. Via Dewi Seva
6. Dear My Especial Dad…Nur Afisa lintang Mutiara
7. Arif Budiman Krama.
8. Rizky Noor M.
9. Muthia Sani.
10. Ari Fauzan.
11. Arif
12.You the best Mom for me….Tammi Utami.
13.Ana Maria Atika A
Semoga semua ini, bisa memberikan kita pelajaran,
bagi anak-anak… hormati dan sayangi orangtuamu…Cinta dan sayangnya…tak terbataskan…
bagi orangtua…ketahuilah, seperti apapun anak kita, sungguh mereka sangat mencintai kita…
Nia_qta
Selengkapnya...
Sunday, 11 April 2010
Kehati dan IYB 2010
Untuk memperkenalkan program kerja Yayasan KEHATI 2010, dikesempatan ini saya mencoba untuk menampilkan beberapa konsep yang ingin dilaksanakan serta ajakan untuk berupaya menyelamatkan kehidupan di bumi dengan melihat slide sederhana.
Berikut slidenya,
Semoga memberi manfaat Selengkapnya...
Friday, 5 March 2010
Bioplastik
Apa itu Bioplastik?
BioPlastik adalah plastik yang diperoleh dari bahan-bahan bio massa yang dapat diperbaharui (renewable). Plastik ini berbeda dari plastik konvensional yang diproduksi dengan bahan dasar petroleum.
Mengapa perlu bioplastik? Bagaimana cara membuatnya? ....
Plastik dibutuhkan dalam berbagai keperluan sehari-hari dalam kehidupan modern ini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, 100 juta ton plastik konvensional berbahan dasar petroleum diproduksi tiap tahun. Dibutuhkan 7 juta barel minyak per hari untuk memperoleh bahan dasar plastik dan untuk memproduksinya.
Bayangkan, berapa banyak polusi dan penggunaan bahan bakar fosil yang bisa ditekan, apabila bio plastik ini digunakan di seluruh dunia. Belum lagi masalah sampah plastik konvensional yang tidak terurai, dan mencemari lingkungan.
Sebelum kita mulai, mari sedikit kita mengulas mengenai kimia dari polimer. Polimer adalah bahan utama dari semua plastik. Plastik yang ideal memiliki rantai polimer yang sangat panjang dan lurus yang membuatnya kuat dan lentur. Sedangkan tajin tepung jagung (salah satu bahan organik yang akan kita coba untuk membuat bioplastik) terdiri dari 2 komponen dasar: amilose dan amilopektin.
Amilosa adalah polimer yang lurus dan panjang, persis seperti yang kita butuhkan.
Amilopektin, di sisi lain, adalah polimer yang pendek dan bercabang, yang artinya: ini akan menghasilkan plastik yang kaku dan rapuh.
Ada 2 hal yang kita akan lakukan untuk meningkatkan sifat dari plastik kita ini.
Pertama, teknik ini sangat sederhana yang dinamakan hidrolisis asam (acid hyrolysis) dengan menambahkan cuka ke dalam plastik, kita bisa mematahkan cabang amilopektin yang membuat plastik menjadi kaku dan rapuh.
Kedua, kita akan menambahkan plasticizer, bahan ini bisa didapatkan dari toko kimia atau toko grosir dengan sebutan gliserin. Gliserin berperan sebagai pelumas pada tingkat molekul. Untuk memmahaminya, bayangkan saja semangkok mi lengket dan kempal, lalu kita menuangkan minyak sayur ke atas mi agar tidak begitu lengket lagi.
Jika Anda membutuhkan plastik yang lentur, terutama untuk tas, tambahkan lebih banyak gliserrin, tapi jika ingin plastik yang kaku, maka gunakan lebih sedikit gliserin.
Pengen mencoba membuat bioplastik secara sederhana dengan tepung jagung?
Ini dia caranya kalau pengen nyoba bikin bioplastik sendiri.... Setelah selingan iklan di bawah ini...
Bahan:
1. Satu sendok makan tepung jagung atau tepung maizena
2. Empat sendok makan air
3. Satu sendok teh gliserin
4. Satu sendok teh cuka dapur
Cara Membuat :
• Masukkan semua bahan ke dalam panci kecil dan panaskan dengan api kecil
• Aduk-aduk bahan tadi sambil dipanaskan hingga adonan berbentuk seperti jel, pecahkan gelembung udara yang biasa agar hasilnya bagus
• Matikan api kompor, dan tuangkan adonan ke atas alas, atau cetakan. Jika ingin membuat plastik dalam bentuk lembaran, tuang dan ratakan adonan di atas alas dengan luas yang cukup, diamkan selama sekitar satu hari.
Rujukan :
Prof. Dr. Wiwik Sringatin Subowo
Selengkapnya...



