Sekolah Pembaharu Muda: Institusi pendidikan baik sekolah maupun universitas memiliki potensi besar dalam mendorong kaum muda untuk melakukan perubahan. Data Ashoka menunjukkan bahwa 41% dari Young Changemakers memulai inisiatif sosial mereka dari aktivitas di kampus dan sekolah, sementara 57% Young Changemakers memfokuskan kelompok sasaran kegiatan sosial kepada anak muda di sekolah dan kampus.
Selain kuantitas murid dan mahasiswa (kaum muda) yang besar, institusi pendidikan memiliki sistem dan infastruktur (kurikulum pendidikan, guru/pendamping, kegiatan ekstrakurikuler, organisasi berbasis siswa, project, mata kuliah, dll) yang memastikan lebih banyak anak muda terfasilitasi untuk membuat perubahan sosial di masyarakat, secara berkelanjutan, dari tahun ke tahun. Mempertimbangkan besarnya potensi institusi pendidikan sebagai pencetak pembaharu muda, Ashoka menginisiasi gerakan Changemakers School and Campus.
Dapat dibayangkan ketika ribuan hingga jutaan anak muda terfasilitasi melalui sistem pendidikan yang mendukung baik dalam kurikulum pembelajaran dan beragam kesempatan dalam institusi pendidikan untuk membuat perubahan di masyarakat. Tentunya akan terjadi perubahan sosial massif berbasis kaum muda di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Perkembangan gerakan sekolah pembaharu muda dimulai dari identifikasi sekolah yang telah mengembangkan pola pendampingan bagi anak muda untuk melakukan perubahan, yaitu SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik yeng telah menghasilkan 4 Young Changemakers dan SMP Negeri 11 Bandung yang aktif memfasilitasi anak muda untuk beraksi bagi masyarakat, Ashoka mulai memproduksi keunikkan pola-pola pendampingan dan membawa gerakan ke level perguruan tinggi.
SMP Negeri 11 Bandung yang telah menjadi bagian kecil dari Ashoka-Young Changemakers, mencoba berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan sekolah pembaharu muda. Tercatat tahun 2011 ini, ada 5 tim yang sedang mengerjakan proyek besar dalam menyelesaikan masalah sosial di sekitar mereka.
Mereka adalah :
1. Muhammad Hendra Maulana Sambas, kelas VIII-2 memimpin proyek yang berjudul "Bersih Udaraku Tanpa Asap Rokok (Rusak Otakku Kempes Ongkosku Kematianmenantimu).
Hendra galau dengan kondisi lingkungan yang ada sekarang, hampir tidak ada ruang yang aman dan sehat untuk anak-anak. Ternyata salah satu penyebabnya adalah para orang tua yang telah melakukan gaya hidup tidak sehat. Lalu Hendra dan teman-temannya mencoba mengingatkan hal tersebut dengan cara yang sangat unik, membuat wayang kardus dengan tema "Dalada Asap Rokok"...lalu selanjutnya...Hendra dan tim terus berproses untuk menemukan solusi terbaiknya.
2. Ajeng Teguh Putri, kelas VIII-2 memimpin proyek yang berjudul "Klinik Pembelajaran di Rumah Sains" Proyek ini dibuat karena Ajeng memiliki rasa galau juga. Ia resah dan prihatin melihat sebagian besar teman-temannya tidak bisa memahami pelajaran IPA dengan baik, padahal menurutnya, IPA merupakan pelajaran yang sangat menyenangkan. Yang lebih membuat Ajeng prihatin adalah, teman-temannya tergolong kelompok yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti bimbel. Maka Ajeng dan tim mencoba mencarikan solusinya dengan membuatkan sistem bimbel gratis....lalu...Ajeng pun berproses seperti tim yang lainnya.
3. Arlian Puri, kelas VII-1 memimpin proyek LIHAT (Lingkunganku Sehat) Bumiku Tersenyum. Ia menjadi generasi penerus Amilia Agustin yang telah berhasil menjalankan program "Go To Zero Waste School" Program unggulannya adalah Zero Waste Event. Arlian resah karena setiap "kegiatan" apapun itu, selalu menyisakan sampah dimana-mana, tujuan akhir Arlian adalah "Go to Zero Waste Earth"...semoga lancar ya 'nak....
4. Devita, kelas VII-4. Iapun memimpin proyeknya "Anak Sehat Berawal dari Kantin Sehat" tujuan akhirnya adalah Mewujudkan Sekolah Sehat. Ia dan tim akan ber-kampanye tentang makanan dan kemasan sehat. Ada kampanye styrofoam, kampanye zat aditif dalam makanan, kampanye minum susu, kampanye makan sayur dan buah, dan banyak lagi program lain yang menarik. Sukses ya..'ade..
5.Dzikrifa kelas VII-1 (dari KIR) dan Detha kelas VIII-3 (dari Pramuka), mereka bersama-sama merancang program yang bernama "GSS For Earth" Gerakan Serba Sebelas untuk Bumi. Mimpi mereka adalah akan melakukan penanaman 11.000 pohon di 11 titik bermasalah di kota Bandung, pada tanggal 11 - 11 - 2011 jam 11.11 WIB oleh 11 tim dari 11 ekskul yang ada di SMPN.11. Bandung. Wah...kerennn...semoga mimpi kalian bisa terwujud yaa...
Monday, 11 April 2011
CHANGEMAKERS SCHOOL
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




Wah...sungguh luar biasa, teruskan perjuangannya tuk ujudkan satu cita2 besar....bumi kita hijau, bumi kita tersenyum..
ReplyDelete